“Rakyat sudah menderita secara fisik dan ekonomi. Sudah selayaknya negara hadir tidak hanya dengan kata-kata, tapi dengan kebijakan konkret. Pembebasan tagihan listrik adalah bentuk keadilan dan empati,” kata Ahmad Yani, Senin, 22 Desember 2025.
Yani mengatakan pembebasan tagihan menjadi keharusan bagi PLN, sebagai bentuk kompensasi perusahaan itu atas kerugian yang dialami para pelanggan. Walau pemulihan kelistrikan akhirnya dapat dilakukan, beban yang ditanggung masyarakat selama masa pemadaman tidak bisa diabaikan.
Dijelaskannya, banyak aktivitas rumah tangga dan usaha hingga layanan sosial lumpuh faktor listrik yang padam lebih dari dua pekan.
“Apresiasi kepada petugas itu soal kemanusiaan, tapi kompensasi kepada rakyat itu soal keadilan. Dua hal ini tidak boleh dibenturkan,” ujarnya.
Dirinya meminta Pemerintah Pusat dapat segera mengambil kebijakan khusus bagi wilayah terdampak bencana, agar masyarakat dapat bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka tanpa beban tambahan.
“Rakyat tidak minta berlebihan. Mereka hanya minta diperlakukan adil di tengah musibah,” pungkas Yani.